Bawaslu Samarinda, Tumenggung Udayana : Tiga ASN di Samarinda Dilaporkan

Senin, 10 Juni 2024 - 17:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANALISAKALTIM.COMSAMARINDA – Sedikitnya 3 (tiga) aparatur sipil negara (ASN) selevel kepala dinas dilaporkan Bawaslu kota Samarinda ke Komisi ASN di Jakarta, karena diduga melanggar kode etik dan netralitas.

Ketiganya adalah, Kepala Bappeda Samarinda Ananta Fathurrozi, Kepala BPKAD Samarinda Ibrohim dan Sekretaris DPRD Samarinda Agus Tri Sutanto. _”Kami menyampaikan rekomendasi hasil pengawasan kami bahwa ketiganya diduga melanggar kode etik ASN, karena melakukan pendekatan ke partai politik sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Samarinda”_ ujar Komisioner Bawaslu Samarinda Tumenggung Udayana kemarin di Kantor KASN Jl. Gatot Subroto Komplek Smesco Jakarta.

Tumenggung menerangkan, ketiganya melanggar ketentuan Pasal 9 ayat (2) UU 20/2023, ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik dan diduga tidak mentaati kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Bawaslu Kota Samarinda sesuai pasal 103 UU 7/2017 tentang Pemilu berwenang merekomendasi kepada instansi terkait hasil pengawasan netralitas ASN, TNI dan polri. Bawaslu Samarinda telah melakukan klarifikasi kepada ketiga ASN dimaksud untuk diminta keterangannya belum lama ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lawatan Bawaslu Samarinda ke Komisi ASN diterima Farhan Abdi Utama, assisten KASN bidang penerapan nilai dasar kode etik. _”Kami segera akan menilai dan mengkaji rekomendasi Bawaslu Samarinda, terimakasih telah membantu kami”_ ujar Farhan. Pihaknya masih akan menilai jenis sanksi apa yang mungkin diterapkan kepada ketiga ASN di Samarinda. Menurutnya jalan tengah agar ASN bisa memenuhi hasrat politiknya menjadi kepala daerah yakni, dengan mengambil cuti diluar diluar tanggungan negara. _”Setelah kami terima rekomendasi, kami miliki 14 hari kerja untuk memutuskan sanksi”_ katanya.

Untuk diketahui Agus Tri Sutanto, diduga melanggar kode etik ASN karena ingin menjadi walikota dan/atau wakil walikota, Agus mendekati partai Nasdem, Demokrat, PDIP, Gerindra, PPP, PAN, sementara Ibrohim dan Ananta Fathurrozi mendekati partai Gerindra untuk menjadi bakal calon wakil walikota Samarinda.

Berita Terkait

Kepala dan Wakil OIKN Lengser, Maritim Muda Kaltim Tekankan Pentingnya Kompetensi Maritim
DPD IMM Kaltim Apresiasi Kinerja Andi Harun, Layak Menjadi Contoh Bupati atau Wali Kota Lainnya
Andi Wijaya Ketum Terpilih BPD HIPMI Kaltim Sebut Akbar Buchari Layak Jadi Menteri
Capaian Keberhasilan di Lima Tahun Kepemimpinan Isran Noor – Hadi Mulyadi Untuk Kaltim
Sosper di Desa Suka Maju, Abdul Jawad Tegaskan Pentingnya Perda Bantuan Hukum
Anggota DPRD Kaltim H.A Jawad Sirajuddin Gelar Sosbang, Bentuk Upaya Memperkuat NKRI
Mahasiswa Minta KY Periksa Hakim di Pengadilan Tinggi, Buntut Vonis Bebas Terdakwa Korupsi
Dukung Kedamaian Demokrasi, Pemuda Peduli Demokrasi Samarinda : Usut Tuntas Conie Bakrie
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 21:15 WITA

Dewan Ini Sebut Kesejahteraan Guru Harus Diperhatikan Oleh Calon Pimpinan Daerah

Senin, 20 Mei 2024 - 20:45 WITA

Gaji Guru dari Dana Pendidikan, Sani : Secara Aturan itu Tidak Boleh

Senin, 20 Mei 2024 - 20:15 WITA

Air Bersih Yang Sulit, Novan Sebut Pemkot Samarinda Jangan Terfokus Pada Pembangunan Infrastruktur Saja

Senin, 20 Mei 2024 - 19:27 WITA

DPRD Samarinda Harap Puskesmas di Wilayah Balik Buaya Dapat Ditingkatkan Menjadi Rumah Sakit

Sabtu, 18 Mei 2024 - 20:37 WITA

DPRD Samarinda Sebut Pentingnya Penanaman Karakter Dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:48 WITA

Deni Sebut Perlu Ada Upaya Sosialisasi Kepada Masyarakat Guna Menekan Angka Kekerasan Seksua

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:33 WITA

Dewan Ini Sebut Perlunya Dilakukan Pembebasan Lahan Dalam Pembangunan Pelabuhan

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:30 WITA

Sengketa Ahli Waris dan BNI, DPRD Samarinda Gelar RDP dan Jadi Penengah

Berita Terbaru