Laila Respon Terkait Partisipasi Perempuan Pada Dunia Politik

Jumat, 10 Mei 2024 - 21:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah. (Foto : AL)

Foto : Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah. (Foto : AL)

ANALISAKALTIM.COM – SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah menilai, saat ini perempuan Indonesia telah melek terhadap dunia politik yang ada. Menurutnya definisi tentang politik yang sebenarnya tidak terkungkung pada satu lingkungan yang kecil.

Dirinya beranggapan, perempuan Indonesia saat ini telah banyak berpartisipasi dalam perpolitikan, sebab berpolitik tidak hanya menduduki jabatan dalam pemerintahan saja tetapi juga pada hal – hal tertentu.

“Ibu rumah tangga tanpa itu secara tidak sadar dia sudah berpolitik kalau dia tidak berpolitik bagaimana dia bisa memanajemen keuangan dari gaji suaminya baik politik keuangan, politik waktu, itu kan sudah sebagai politik,” jelas Laila.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, dirinya juga mengungkapkan, perempuan saat ini hanya menyempitkan definisi politik itu hanya pada lembaga DPRD saja, padahal secara tidak langsung mereka susah berpolitik, yakni politik rumah tangga. Jadi tidak bisa mengatakan kalau mereka tidak melek politik.

“Kalau di katakan mereka tidak melek, mereka melek cuma tidak sadar bahwa mereka juga sebenarnya berkecimpung secara langsung di politik, cuma politik rumah tangga tidak secara luas seperti kita di lembaga DPRD,” ujarnya.

Lebih lanjut, Laila menegaskan pada mereka (perempuan) untuk saat ini harus mengapresiasi dirinya, sebab para perempuan tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sudah berkecimpung. Mereka menolak politik, padahal dia tidak sadar sudah berkecimpung di dunia politik.

“Jika dunia politik itu mereka tidak suka itu hal yang wajar, tetapi bagaimana kita bisa bijak untuk menyikapi isu dan mampu memahaminya,” tegasnya.

Akhir Laila, ia berepesan kepada semua bahwa tidak perlu membuat suatu statemen yang merugikan satu pihak, semua boleh berpendapat tetapi bagaimana pendapat yang di keluarkan itu tidak merugikan orang lain, itu yang dinamakan Politik. (AL/Adv/DPRDSamarinda).

Berita Terkait

Sani Respon Soal Kuranganya Ketertarikan Generasi Muda Untuk Menjadi Seorang Guru
Dewan Ini Sebut Kesejahteraan Guru Harus Diperhatikan Oleh Calon Pimpinan Daerah
Gaji Guru dari Dana Pendidikan, Sani : Secara Aturan itu Tidak Boleh
Air Bersih Yang Sulit, Novan Sebut Pemkot Samarinda Jangan Terfokus Pada Pembangunan Infrastruktur Saja
DPRD Samarinda Harap Puskesmas di Wilayah Balik Buaya Dapat Ditingkatkan Menjadi Rumah Sakit
DPRD Samarinda Sebut Pentingnya Penanaman Karakter Dalam Dunia Pendidikan
Deni Sebut Perlu Ada Upaya Sosialisasi Kepada Masyarakat Guna Menekan Angka Kekerasan Seksua
Dewan Ini Sebut Perlunya Dilakukan Pembebasan Lahan Dalam Pembangunan Pelabuhan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 21:34 WITA

Sani Respon Soal Kuranganya Ketertarikan Generasi Muda Untuk Menjadi Seorang Guru

Senin, 20 Mei 2024 - 21:15 WITA

Dewan Ini Sebut Kesejahteraan Guru Harus Diperhatikan Oleh Calon Pimpinan Daerah

Senin, 20 Mei 2024 - 20:45 WITA

Gaji Guru dari Dana Pendidikan, Sani : Secara Aturan itu Tidak Boleh

Senin, 20 Mei 2024 - 20:15 WITA

Air Bersih Yang Sulit, Novan Sebut Pemkot Samarinda Jangan Terfokus Pada Pembangunan Infrastruktur Saja

Sabtu, 18 Mei 2024 - 20:37 WITA

DPRD Samarinda Sebut Pentingnya Penanaman Karakter Dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:48 WITA

Deni Sebut Perlu Ada Upaya Sosialisasi Kepada Masyarakat Guna Menekan Angka Kekerasan Seksua

Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:33 WITA

Dewan Ini Sebut Perlunya Dilakukan Pembebasan Lahan Dalam Pembangunan Pelabuhan

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:30 WITA

Sengketa Ahli Waris dan BNI, DPRD Samarinda Gelar RDP dan Jadi Penengah

Berita Terbaru